Danantara Jajaki Peluang Investasi dengan Australia di Sektor Energi-Pangan

4 hours ago 1
Buruh tani menanam padi di area persawahan Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (16/6/2022). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi memperkuat kemitraan investasi dengan Australia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam rangkaian kunjungan resmi Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Indonesia pada Jumat (6/2).

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, serta disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Negara.

Rosan menyatakan MoU ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dan Australia untuk memperdalam kemitraan ekonomi yang saling menguatkan dan berorientasi jangka panjang. Menurutnya, kerja sama ini dipandang membuka akses yang lebih luas ke ekosistem investasi global, memperkuat kepercayaan, serta menciptakan peluang konkret bagi pengembangan proyek-proyek strategis ke depan.

“Kami memandang kerja sama ini sebagai langkah forward looking untuk mendorong investasi berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi nasional, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global,” kata Rosan melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (6/2).

Presiden Prabowo Subianto kembali menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan kemitraan dengan lembaga pendanaan dan institusi investasi Australia guna memperluas akses pembiayaan sekaligus memperdalam arus investasi bilateral. Tak hanya berorientasi pada mobilisasi modal, kerja sama ini juga memfokuskan pada pembangunan kapasitas jangka panjang melalui kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan keahlian, serta pertukaran talenta.

Selain itu, kedua negara sepakat menjajaki peluang peningkatan investasi dua arah di sejumlah sektor prioritas, mulai dari infrastruktur, iklim, energi, pertambangan, hingga kesehatan, digital, serta pangan dan agribisnis.

Untuk mendukung realisasi peluang tersebut, Indonesia dan Australia akan mengeksplorasi berbagai skema dan pengaturan pendanaan guna mempercepat pelaksanaan proyek-proyek strategis yang menjadi kepentingan bersama.

Read Entire Article