REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Dinamika global hari ini menuntut lahirnya pemimpin dan pengambil keputusan yang mampu membaca perubahan secara strategis. Ketidakpastian ekonomi, disrupsi teknologi, dan kompleksitas organisasi menempatkan manajemen sebagai kompetensi kunci.
Pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang magister, memegang peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu merespons tantangan tersebut secara matang. Dalam konteks inilah Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cikarang memiliki relevansi yang strategis.
Pendidikan pascasarjana atau Strata 2 (S2) tidak lagi sekadar memperdalam teori, tetapi membentuk cara berpikir reflektif dan analitis.
Dunia kerja membutuhkan manajer yang mampu merumuskan strategi, mengambil keputusan berbasis data, serta memimpin organisasi di tengah perubahan yang sangat cepat. Perguruan tinggi dituntut menghadirkan pendidikan yang kontekstual dan berorientasi masa depan.
UBSI kampus Cikarang memandang Prodi Magister Manajemen (MM) sebagai wahana penguatan kepemimpinan dan strategi organisasi.
Pendidikan diarahkan untuk membangun pemahaman menyeluruh tentang manajemen, mulai dari perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya manusia, hingga pengambilan keputusan berbasis analisis. Manajemen diposisikan sebagai proses berpikir yang berlandaskan data, nilai, dan tanggung jawab.
Peran UBSI kampus Cikarang tercermin dalam desain pembelajaran yang relevan bagi praktisi dan profesional. Diskusi kritis, analisis studi kasus, serta refleksi pengalaman kerja menjadi bagian penting dari proses akademik. Pendidikan tidak dipisahkan dari realitas dunia kerja, namun justru diperkaya oleh dinamika yang dibawa mahasiswa ke ruang kelas.
Kepala Kampus UBSI kampus Cikarang, Nurul Ichsan, menegaskan bahwa pendidikan magister harus membentuk cara berpikir strategis.
“Manajemen strategis bukan sekadar kemampuan merencanakan, tetapi keberanian mengambil keputusan yang berdampak jangka panjang. Pendidikan magister harus melahirkan pemimpin yang adaptif dan berintegritas,” ujar Ichsan dalam keterangan rilis yang diterima Jumat (6/2/2026).
Pandangan tersebut mencerminkan visi UBSI dalam memaknai pendidikan pascasarjana. Kampus tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tapi juga pada pembentukan kepemimpinan yang reflektif, matang, dan bertanggung jawab.
“Secara humanis, pendidikan magister turut membangun kepercayaan diri dan kedewasaan profesional. Mahasiswa belajar mengelola kompleksitas, menghargai perbedaan pandangan, serta mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang. UBSI kampus Cikarang menjadi ruang dialog akademik yang memperkaya perspektif dan pengalaman,” paparnya.
Dalam konteks yang lebih luas, UBSI kampus Cikarang berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia tingkat lanjut di wilayah Kabupaten Bekasi, kawasan industri strategis yang membutuhkan kepemimpinan adaptif dan berdaya saing. Keberadaan Program Magister Manajemen memperkuat ekosistem pendidikan dan kepemimpinan di daerah ini.
Komitmen jangka panjang UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif tercermin dalam konsistensi menjaga mutu pendidikan pascasarjana. Kampus menyadari bahwa kualitas kepemimpinan menentukan daya saing organisasi dan keberlanjutan pembangunan. Pendidikan tinggi diposisikan sebagai fondasi strategis bagi masa depan.
Pada akhirnya, manajemen strategis bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui Program Magister Manajemen, UBSI kampus Cikarang menegaskan perannya dalam menyiapkan pemimpin yang mampu membaca masa depan, mengambil keputusan bijak, dan mengelola perubahan secara strategis.
Informasi mengenai program pascasarjana ini dapat diakses melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru UBSI di https://pmbubsi.id/pmb sebagai bagian dari proses merancang langkah profesional yang lebih terarah.

11 hours ago
7















English (US) ·