Jakarta -
Sejumlah massa menggeruduk dan menjarah rumah Sekretaris Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Massa menjarah surat tanah hingga surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dari rumah tersebut.
Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (30/8/2025), massa membawa keluar surat tanah dan SKCK tersebut. Dalam SKCK itu tertulis masa berlaku dari 3 April 2023 hingga 3 Oktober 2023.
Sementara itu, dalam surat tanah yang dijarah tertulis lokasi tanah di Jalan Swasembada Timur. Massa juga menjarah barang lainnya dari rumah Sahroni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah barang yang dijarah antara lain meja, kursi, AC, kulkas, mesin cuci, tas, pakaian. Bahkan ada juga yang membawa kasur, ijazah hingga kartu keluarga (KK) Sahroni.
Massa juga merusak mobil yang terparkir di garasi rumah tersebut. Ada lima mobil mewah di garasi itu yang dirusak oleh massa. Selain itu, patung Iron Man koleksi Sahroni juga dirusak dan bagian kepalanya dibawa oleh massa.
Sebelumnya, kejadian ini viral di media sosial. Lurah Kebon Bawang Suratno Widodo membenarkan sedang terjadi penjarahan.
"Saya di lokasi, benar (warga menggeruduk rumah Sahroni). Ini saya lagi crowded," kata Suratno.
Kata Sahroni soal Tunjangan DPR
Sebelumnya, Ahmad Sahroni buka suara terkait tunjangan DPR RI yang belakangan disorot publik hingga jadi salah satu pemicu demonstrasi besar-besaran beberapa hari belakangan. Dia setuju ada evaluasi total tunjangan yang diterima para anggota DPR.
"Saya dukung evaluasi tunjangan yang diterima anggota DPR RI, setuju evaluasi secara total," kata Sahroni saat dihubungi.
Kemudian, Sahroni juga memastikan segala tunjangan hingga gaji yang diterima akan diberikan kepada masyarakat jika nantinya dievaluasi. Ia juga berharap para anggota DPR lain berlaku demikian.
"Untuk saya, semua gaji dan tunjangan dari dulu selalu saya berikan kembali ke masyarakat, itu wajib. Semua gaji dan tunjangan yang saya terima, meski nanti dievaluasi, tetap akan saya kembalikan ke masyarakat," ucap dia.
(mib/aud)