Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memastikan tidak akan menghadiri rapat pleno PBNU yang digelar malam ini di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Rapat ini digelar di tengah situasi memanas, yakni Gus Yahya didesak mundur dari jabatannya oleh kubu yang berseberangan dengannya.
Rapat pleno ini rencananya dihadiri sejumlah orang dari unsur kepengurusan PBNU, mulai dari Mustasyar, A’wan, Syuriyah, Tanfidziyah, hingga seluruh pimpinan lembaga dan Badan Otonom (Banom) PBNU.
"Ya buat apa, enggak ada konteks," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (9/12).
Ia menjelaskan bahwa agenda pleno tersebut bukan bagian dari mekanisme resmi organisasi. Namun merupakan manuver untuk menjatuhkan dirinya.
"Ya itu tadi ada yang punya kepentingan lalu membuat manuver itu biasa, ya kita lihat saja, namanya manuver," ujarnya.
Gus Yahya menegaskan bahwa isu pleno akan membahas pemilihan ketua umum hanyalah bagian dari upaya politik internal. Ia menekankan bahwa dirinya masih Ketua Umum PBNU yang sah.
"Itu kan manuver, seperti saya bilang sejak awal bahwa secara de jure maupun de facto, saya masih tetap dalam kedudukan saya sebagai Ketua Umum Tanfidizyah PBNU," ujar Gus Yahya yang terpilih sebagai Ketum PBNU pada Muktamar NU di Lampung, 22-24 Desember 2021.
Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Pendidikan Moh. Mukri menegaskan posisi PBNU terkait dinamika kepemimpinan yang belakangan menjadi perhatian publik.
Menurutnya, keputusan Syuriah PBNU untuk memberhentikan Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum adalah keputusan final dan mengikat.
“Rapat pleno malam ini menjadi langkah lanjutan dalam menata proses organisasi sesuai amanat Syuriah. Salah satu agenda pleno kali ini adalah penetapan Pj Ketua Umum PBNU pengganti Gus Yahya,” kata Mukri dikutip dari Antara.

1 month ago
26














English (US) ·