Viral 'Komunitas Susah BAB', Salfok Tips 'Dikasih Sabun Biar Licin'

3 days ago 24
Jakarta -

Baru-baru ini viral di media sosial TikTok sekumpulan orang yang mengaku sebagai komunitas susah buang air besar (BAB). Orang-orang dalam video tersebut saling berbagi pengalaman tidak bisa BAB beberapa minggu, bahkan ada yang sebulan.

Meski banyak yang menilainya lucu, tak sedikit juga yang meragukan keaslian konten tersebut. Terlebih di akhir video, salah seorang di antaranya menawarkan solusi produk herbal yang mengesankan konten tersebut seperti iklan terselubung.

Terlepas dari kebenaran konten tersebut, salah satu yang bikin salfok alias salah fokus adalah ketika orang-orang tersebut ramai membahas tips mereka mengatasi sulitnya BAB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu anggota kelompok bercerita, mengaku sudah lebih dari dua minggu tidak buang air besar.

"Gua udah hampir dua minggu lebih sih nggak BAB," ucapnya dalam video viral seperti dilihat detikcom Rabu (27/8/2025).

Pernyataan ini kemudian ditimpali anggota lain yang mengatakan bahkan sudah tidak bisa pup hingga satu bulan.

Banyak dari mereka melakukan berbagai cara untuk mengatasinya, dengan mengubah posisi BAB, bahkan hingga menambahkan sabun cair.

"Saya sampai biasanya harus angkat satu kaki, di kloset, sambil main hp baru keluar," tutur salah satu anggota.

"Gua harus pakai sabun gitu loh, biar licin, tapi sekarang sudah nggak berlaku," timpal yang lain.

Pendapat Dokter Pencernaan

Menanggapi fenomena tersebut, spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH menjelaskan susah BAB atau konstipasi bukanlah kondisi sepele. Kondisi ini bisa dipengaruhi banyak faktor, baik fisik maupun nonfisik.

"Faktor fisik bisa berupa sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS), usia lanjut, kelainan usus yang bersifat genetik atau didapat, hingga penyakit tertentu seperti hipotiroid. Pasien pasca operasi juga berisiko mengalami konstipasi," ujar dr Aru saat dihubungi detikcom Rabu (27/8).

Sementara itu, faktor nonfisik meliputi stres, pola makan rendah serat, efek samping obat-obatan, kebiasaan menunda buang air besar, kurang aktivitas fisik, hingga perubahan rutinitas harian.

"Setiap orang memiliki penyebab yang berbeda. Karena itu, penanganan susah BAB juga harus disesuaikan dengan faktor pencetusnya," jelasnya.

Kapan Susah BAB Dikatakan Serius?

Menurut dr Aru, seseorang disebut mengalami konstipasi apabila frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Kondisi ini biasanya disertai dengan tinja yang keras, sulit dikeluarkan, serta muncul rasa tidak tuntas setelah buang air besar.

Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

"Jangan anggap remeh susah BAB yang berlangsung lama. Jika dibiarkan, bisa menimbulkan komplikasi kesehatan lebih serius," tegasnya.

(naf/up)

Komunitas Susah BAB

3 Konten

'Komunitas Susah BAB' tengah jadi perbincangan gara-gara sebuah konten di media sosial. Menceritakan sekumpulan anak muda yang sama-sama menghadapi masalah susah buang air besar, konten ini banyak di-share netizen.


Read Entire Article