Pengakuan Pelajar Ikut Demo DPR: Tahu dari Teman di Medsos

22 hours ago 13
Massa aksi unjuk rasa melempari bom molotov kepada polisi berbaju sipil saat demonstrasi di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Sejumlah pelajar dan anak di bawah umur diamankan polisi saat hendak ikut demo di depan DPR, Kamis (28/8). Mereka tertangkap di Stasiun Palmerah.

Seorang pelajar berinisial H (15) asal Tangerang Selatan, mengatakan mendapatkan informasi soal demo dari temannya di media sosial.

"Iya, dari teman (di media sosial)" kata H, siswa kelas 2 SMP itu.

Remaja saat digeledah di Stasiun Palmerah pada Kamis (28/8/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Saat ditanya soal isi tuntutan demo, H tak tahu menahu. Ia juga tak tahu siapa saja massa yang menyuarakan tuntutannya. Ia hanya ingin menonton massa yang berdemo karena merasa seru.

"Enggak (tahu yang dituntut)," ujarnya.

"Tadinya mau ngeliat aja dari atas jembatan penyeberangan. Suka aja [lihat demo], seru," tambah dia.

Usai diamankan, H mengaku taka akan ikut demo lagi. Ia takut dipenjara.

"Kapok, takut (dipenjara)" kata dia.

Anak lainnya, A (15), juga mengaku mendapatkan informasi soal demo di gedung dewan dari temannya di media sosial.

Ia berangkat dari Tangerang Selatan sekitar 13.30 WIB. Saat tiba di Stasiun Palmerah, ia langsung diamankan oleh polisi.

Remaja saat digeledah di Stasiun Palmerah pada Kamis (28/8/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

"Baru nunggu (teman) ini mau ke DPR, belum sempet ke DPR. Feeling saya udah gak enak," ujarnya.

A mengaku sudah tak sekolah sejak SD. Ia pun tak meminta izin ke orang tuanya untuk ke lokasi demo. Ia mengaku kapok dan tak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Read Entire Article