Jakarta -
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim harga beras di 32 provinsi telah mengalami penurunan hingga ke bawah harga eceran tertinggi (HET). Ini merupakan hasil laporan dari Satuan Tugas (Satgas) Pangan.
"Kita alhamdulillah cukup, harga naik dan sudah mulai turun. Menurut pemantauan dari satgas (satuan tugas) sudah 32 provinsi sudah turun, ini pantauan dari Satgas," kata dia dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kementerian Pertanian, Sabtu (29/8/2025).
"32 provinsi sudah di bawah HET ini pantauan harian,"tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran menegaskan, penyaluran beras SPHP akan terus dilakukan demi menekan harga beras yang mengalami peningkatan. Dengan begitu, menurutnya petani hingga masyarakat akan mendapatkan harga beras yang terjangkau.
"Jadi ke depan kita lanjutkan. Tetapi juga tidak boleh terlalu turun, kenapa? Petani yang terpukul. Jadi bagaimana petani HPP-nya tetap Rp 6.500/kg dan konsumennya mendapatkan harga yang baik, sehingga dua-duanya bahagia, petani tersenyum, konsumen bahagia. Itu mimpi kita, itu arahan Bapak Presiden," ungkapnya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melaporkan, Bulog sudah menyalurkan beras SPHP ini sejumlah 290,16 ton di seluruh Indonesia atau 19,33% dari target 100%.
"Kemudian untuk Perum Bulog melibatkan mitra lebih kurang dalam penyaluran ini di seluruh Indonesia lebih kurang dari 30.375 outlet, yaitu dari mulai jajaran pengecer pasar, kemudian koperasi desa merah putih, kemudian melibatkan juga pemerintah daerah, termasuk juga dengan jajaran TNI-Polri, serta outlet-outlet dari Indomaret, Alfamart, dan lain sebagainya," terangnya.
Dalam data Panel Harga Pangan milik Badan Pangan Nasional, harga beras hari ini masih tinggi. Rata-rata harga beras jenis medium berada di level Rp 13.865/kg dan beras jenis premium Rp 15.985/kg.
Harga tersebut masih di bawah HET jenis medium yang diatur oleh pemerintah yakni Rp 13.500/kg, dan harga jenis Premium Rp 14.900/kg.
(ada/eds)