Fakta-fakta Gas Air Mata, Pahami Efek dan Cara Pertolongan Pertamanya

1 day ago 5
Jakarta -

Gas air mata kerap digunakan sebagai salah satu alat kontrol massa ketika terjadi sebuah bentrokan. Efek gas air mata biasanya memicu mata perih, sesak napas, dan rasa tidak nyaman bagi yang terpapar.

Pakar farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati menuturkan gas air mata seperti CS-orto-kloro benzilidin malononitrile memiliki sifat iritan, yang akhirnya memicu rasa perih di mata hingga sesak napas.

"Gas air mata, misalnya CS-orto-kloro benzilidin malononitrile, bersifat iritan yang bekerja dengan cara menstimulasi reseptor nyeri dan iritasi pada kulit, mata, dan saluran napas. Senyawa ini agak bersifat asam lemah," jelas Prof Zullies ketika dihubungi detikcom, Jumat (29/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Efek gas air mata tidak langsung bereaksi dengan permukaan mata. Gas air mata akan memberi efek sesaat setelah terhirup atau bereaksi di kelenjar air mata.

Efek ke Sistem Pernapasan

Gas air mata tidak hanya berdampak buruk pada mata, tapi juga sistem pernapasan. Spesialis paru Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP menuturkan paparan gas air mata dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Tingkat keparahan gejala pada seseorang tergantung banyak paparan gas air mata dan jarak dari sumber paparan.

"Gejala akutnya di paru dan saluran napas dapat berupa dada berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik, batuk, bising mengi, dan sesak napas," jelas Prof Tjandra dalam keterangannya terkait gas air mata saat tragedi Kanjuruhan, Minggu (21/10/2022).

Pada kondisi yang parah, gas air mata dapat memicu efek gawat pada sistem pernapasan yang disebut respiratory distres. Pada mereka yang memiliki riwayat asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), terkena gas air bisa menimbulkan serangan sesak napas akut.

"Masih tentang dampak di paru, mereka yang sudah punya penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) maka kalau terkena gas air mata maka dapat terjadi serangan sesak napas akut yang bukan tidak mungkin berujung di gagal napas," wanti-wanti Prof Tjandra.

Pertolongan Pertama untuk Paparan di Mata dan Pernapasan

Setelah terpapar gas air mata, segera cari tempat dengan udara segar. Pindah ke area yang lebih netral untuk mengurangi paparan efek gas air mata, khususnya ke dalam saluran pernapasan.

dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia mengungkapkan mencuci area yang terpapar dengan air bersih bisa menjadi langkah pertolongan pertama. Mencuci mata dengan air membuat zat aktif dari gas air mata meluruh, tidak berkumpul, dan menimbulkan iritasi.

"Kalau memang pedih, jangan digaruk. Cuci saja pakai air mengalir yang bersih. Jangan pakai sabun, susu, segala macam. Kalau ke mata, paling baik air mengalir saja," ucap dr Wisnu.

Penggunaan pasta gigi yang selama ini dikaitkan dengan pencegahan efek gas air mata nyatanya tidak efektif. Hal itu diungkapkan pakar kimia FMIPA UGM, Dra Ani Setyopratiwi, M.Si.

"Semua pasta gigi khususnya pasta gigi yang baru bisa digunakan karena larutannya masih homogen. Kalau sudah lama dan tercampur air, larutannya cenderung pecah dan berair sehingga emulsinya sudah rusak dan kurang efektif," papar Dra Ani dalam sebuah kesempatan.


Pertolongan Pertama untuk Paparan di Kulit

Paparan gas air mata juga dapat mengiritasi kulit dan memicu perih. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi paparan kulit perih akibat paparan gas air mata, misalnya penggunaan shampo bayi dan mencuci dengan air bersih atau dengan saline.

"Baby shampoo untuk kulit, bukan mata atau lidokain topikal untuk mengurangi nyeri mata akibat iritasi. Efeknya hanya anestesi sementara, tidak menetralkan senyawa kimia. Tapi perlu pengawasan tenaga medis," kata Prof Zullies ketika dihubungi detikcom, Jumat (29/8/2025).

Obat sistemik seperti antihistamin, steroid, dan bronkodilator juga bisa digunakan apabila paparan memunculkan komplikasi. Perlu diingat, pengawasan tenaga medis diperlukan dalam penggunaan obat-obat tersebut.

Belum lama ini, juga muncul narasi penggunaan campuran obat maag berupa antasida dan air dingin untuk meredakan kulit perih akibat gas air mata. Prof Zullies menuturkan campuran tersebut memang memiliki potensi demikian, tapi bukti klinis masih minimal.

"Campuran antasida dengan air dingin menghasilkan larutan basa encer. Saat diaplikasikan ke kulit, cairan ini dapat menurunkan sensasi panas atau terbakar akibat iritasi dengan cara buffering terhadap senyawa iritan yang bersifat asam," katanya.

"Ini juga memberikan efek menyejukkan karena suhu dingin membantu mengurangi sensasi terbakar dan sedikit menurunkan peradangan lokal," tandas Prof Zullies.

Simak Video "Video: Tak Cuma Pedih di Mata, Gas Air Mata Bahaya untuk Pernapasan"
[Gambas:Video 20detik]
(avk/kna)


Read Entire Article