Andhika Pratama Sebagai Rakyat Terpukul: Buat Maju Gak Harus Injak Gas, Bisa Rem

10 hours ago 5

Jakarta -

Beberapa hari belakangan, kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Berawal dari kabar tunjangan anggota DPR RI yang membuat rakyat kecewa dan memicu protes massa hingga adanya insiden driver ojol, Affan Kurniawan, tewas, dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob dalam suasana demo pada 28 Agustus 2025.

Andhika Pratama menyampaikan rasa duka mendalam saat mengisi live Brownis Trans TV. Bersama segenap kru, campur aduk rasanya harus tetap menghibur penonton di tengah suasana duka.

"Turut berduka cita atas meninggalnya saudara kita Affan Kurniawan, atas tragedi yang cukup tragis semalam. Salah satu ojol yang gugur saat demo dan menyuarakan suara rakyat," ucap Andhika Pratama, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Campur aduk memang dalam hati kami masing-masing dimana kita harus membagikan keceriaan, sementara kami cukup terpukul sebagai salah satu bagian dari rakyat Indonesia terhadap kejadian yang terjadi beberapa waktu belakangan ini," ungkapnya.

Suami Ussy Sulistiawaty itu berharap gak ada yang sia-sia dari perjuangan rakyat untuk menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah. Kematian Affan Kurniawan diharapkan menjadi pukulan untuk Indonesia lebih maju.

"Semoga dari darah yang sudah terlanjur tumpah, lahir sesuatu yang baik untuk negeri ini ke depannya. Saya yakin kita semua pengin negara ini maju," kata bintang film berusia 38 tahun itu.

Pemilik nama lengkap Andhika Pratama Subagyo itu mengingatkan pemerintah soal memajukan bangsa Indonesia. Untuk maju gak melulu harus menginjak gas.

"Untuk maju gak hanya harus injak gas, tapi kadang kita harus injak rem untuk kita maju lebih jauh," ucapnya.

"Rem untuk korupsi, rem untuk kebijakan yang menyusahkan rakyat, rem untuk statement-statement komunikasi publik yang kurang indah yang dibagikan oleh Bapak dan Ibu Wakil Rakyat yang kami percaya, yang kami beri amanah. Kendali ada di tangan Anda. Jadi semoga kejadian ini bisa melahirkan sesuatu yang baik ke depan," harap Andhika Pratama.

Meninggalnya Affan Kurniawan dengan kondisi tragis membuat luka yang dirasakan rakyat Indonesia semakin dalam. Kejadian ini semakin memicu aksi massa yang lebih besar hingga hari ini.

Dilansir dari detiknews, Polisi sudah mengamankan 7 anggota Brimob yang berada di dalam rantis yang melindas Affan Kurniawan. Massa meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkap nama tujuh anggota Brimob yang terlibat kasus kematian Affan Kurniawan.

Irjen Asep mengabulkan permintaan para pendemo. Ia membacakan nama 7 anggota Brimob yang saat ini sudah dipatsus oleh Div Propam Polri karena melanggar kode etik kepolisian.

Berikut nama para anggota Brimob tersebut:

1. Aipda M. Rohyani
2. Briptu Danang
3. Briptu Mardin
4. Baraka Jana Edi
5. Baraka Yohanes David
6. Bripka Rohmat
7. Kompol Cosmas K Gae

Irjen Asep memastikan akan mengusut tuntas kasus kematian Affan Kurniawan. Dia meminta publik sama-sama mengawasi pengusutan kasus ini.


(pus/tia)

Read Entire Article